Apabila siklus menstruasi anda tidak teratur, kita mungkin bisa menentukan waktu ovulasi dengan memeriksa lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di dinding serviks. Tepat sebelum ovulasi, lendir itu transparan, agak encer dan lebih banyak, lebih mirip jeli, setelah ovulasi, lebih sedikit lendir yang keluar dan warnanya menjadi lebih keruh seperti susu.

Namun kita harus ingat bahwa konsistensi lendir serviks ini bisa berubah karena alasan-alasan lain misalnya saat mengalami infeksi. Untuk mendapatkan penilaian yang akurat, sebaiknya dikombinasikan dengan metode suhu tubuh. Untuk menguji lendir, masukkan jari anda kedalam vagina kemudian perlahan-lahan tarik kembali keluar. Apabila lendirnya jernih, lembab dan agak kental, dalam waktu dekat anda mungkin akan mengalami ovulasi, maka tidak dianjurkan melakukan hubungan seks dalam 24-72 jam berikutnya.

Metode Lendir Serviks (Billings)

Dasarnya    :    Perubahan siklus dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen

1. Peranan Lendir Serviks

Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi.

Pada setiap siklus haid diproduksi 2 macam lendir serviks oleh sel-sel serviks yaitu :

Lendir type-E (estrogenic)

  • Diproduksi pada fase akhir pra ovulasi dan fase ovulasi
  • Sifat-sifatnya :

–          Banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah.

–          Spin barkeit (elastisitas) besar spinnbarkeil adalah sampai seberapa jauh lendir dapat diregangkan sebelum putus.

–          Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis

  • Spermatozoa dapat ‘menembus’ lendir ini

Lendir type-G (Gestagenik)

  • Diproduksi pada fase awal pra-ovulasi dan setelah ovulasi
  • Sifat-sifat

–          Kental

–          Viskositas tinggi

–          Keruh (opaque)

  • Diproduksi karena peninggian kadar progesterone
  • Spermatozoa tidak dapat ‘menembus’ lendir ini

2. Ciri-ciri lendir serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30 hari)
Fase I

–          Haid

–          Hari 1-5

–          Lendir bisa ada atau tidak dan tertutup oleh darah haid

–          Perasaan wanita basah dan licin

Fase II

–          Pasca haid

–          Hari 6-10

–          Tidak ada lendir, atau hanya sedikit sekali

–          Perasaan wanita kering

Fase 3

–          Awal pra-ovulasi

–          Hari 11-13

–          Lendir keruh, kuning, putih dan liat

–          Perasaan wanita, liat dan/atau lembab

Fase 4

–          Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi

–          Hari 14-17

–          Lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan

–          Dengan konsistensi seperti putih telur

–          Perasaan wanita basah

Fase 5

–          Pasca ovulasi

–          Hari 18-21

–          Lendir sedikit, keruh dan liat

–          Perasaan wanita liat/lembab

Fase 6

–          Akhir pasca – ovulasi atau segera pra-haid

–          Hari 27-30

–          Lendir jernih dan seperti air

–          Perasaan wanita liat, lembab dan basah

3. Teknik metode lendir serviks

Abtinens dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari ke-empat setelah gejala pucat

4. Penyulit-penyulit metode lendir serviks

–          Keadaan fisiologis      : sekresi vagina karena rangsangan seksual

–          Keadaan patologis      : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit dan pemakaian obat

–          Keadaan psikologis     : stress (fisik dan emosional)

5. Efektifitas metode lendir serviks

–          Angka kegagalan        : 0,4 – 39,7 kehamilan pada 100 wanita pertahun

–          Disamping abstinens pada saat yang diperlukan, masih ada 3 sebab lain terjadinya kegagalan (terjadi kehamilan)

  • Pengeluaran lendir mulainya terlambat
  • Gejala puncak (peat sympron) timbul terlalu awal/dini
  • Lendir tidak dirasakan oleh si wanita atau dinilai/interprestasi salah