HIPOSPADIA

A. Pengertian

Adalah kelainan bawaan dimana saluran kemih terletak pada tempat abnormal, umumnya di bagian bawah batang penis. Kelainan ini relatif sering dijumpai dengan insiden 1 : 300 kelahiran, menempati urutan kedua setelah sumbing bibir.

B. Penyebab

–          Penyebab kelainan ini karena terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan organ genital selama masa kehamilan trimester I (antara minggu ke 2 – 4). Sel-sel intersisial pada testis mengalami involusi prematur oleh karena sebab yang sama pada anomali kongenital lainnya sehingga terjadi penurunan kadar hormon androgen mengakibatkan proses maskulinisasi inkomplit. Tergantung saat terjadi dan berat atau ringannya gangguan yang timbul, proses pembentukan uretra terhenti, corpus spongiosum tidak berkembang. Dengan terhentinya pertumbuhan dan perkembangan tersebut, uretra bermuara disetiap titik batang penis, skrotum, atau bahkan perineum. Semakin proksimal letak muara uretra, menggambarkan semakin berat pula derajat gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi dan biasanya disertai kelainan ginjal/saluran kemih lainnya. Tidak jarang kelainan ini disertai undesensus testikulorum (tidak turunnya testis ke skrotum saat bayi lahir).

–          Karena tidak lengkapnya perkembangan uretra dalam uterus

C. Penatalaksanaan

Tindakan operatif yang terdiri dari 2 tahap.

Pada operasi tahap pertama dikerjakan pelepasan chordee dan membentuk muara uretra diujung glands penis. Kehilangan jaringan yang timbul pada prosedur pelepasan chordee ditutup menggunakan kulit preputium penis, demikian pula pembuatan saluran mengambil bahan yang sama pula. Itu sebabnya pada bayi dengan hipospadia ini sirkumsisi merupakan kontra indikasi. Setelah operasi tahap pertama, penis menjadi lurus saat ereksi. Operasi tahap kedua dikerjakan ± 6 bulan setelah operasi tahap pertama. Pembuatan saluran uretra dikerjakan menggunakan bahan kulit prepetium yang disediakan pada saat operasi pertama dan disambungkan dengan saluran yang dibuat sebelumnya. Setelah operasi tahap kedua ini proses miksi menjadi normal dengan urin keluar pada ujung glands penis.

D. Gejala Hipospadia

–          Lubang penis tidak terdapat diujung penis, tetapi berada dibawah penis

–          Lubang penis melengkung kebawah

–          Penis tampak seperti berkerudung karena kelainan pada kulit depan penis