Zat-zat makanan yang diperlukan tubuh manusia.

Secara garis besarnya, zat-zat makanan dalam tubuh manusia berfungsi sebagai berikut :

  1. Air, berfungsi sebagai pelarut dan menjaga stabilitas temperatur tubuh.
  2. Protein, terdiri dari unsur C, H, O dan N dan kadang-kadang S dan P, diperoleh melalui tumbuh-tumbuhan (protein nabati) dan melalui hewan (protein hewani) berfungsi :

–          Membangun sel-sel yang telah rusak

–          Membentuk zat-zat pengatur seperti enzim dan hormon

–          Membentuk zat anti energi, dalam hal ini tiap gram protein menghasilkan sekitar 4,1 kalori

Lemak, merupakan senyawa organik majemuk, terdiri dari unsur-unsur C, H, O yang membentuk senyawa asam lemak dan gliserol, apabila bergabung dengan zat lain akan membentuk lipoid

Berfungsi :

–          Penghasil kalori terbesar yang dalam hal ini tiap gram lemak menghasilkan sekitar 9,3 kalori

–          Sebagai pelarut vitamin tertentu, seperti A, D, E dan K

–          Sebagai pelindung ala-alat tubuh dan sebagai pelindung tubuh dari temperatur rendah

  1. Karbohidrat, terdiri dari unsur C, H, O. Berdasarkan gugus penyusun gulanya dapat dibedakan menjadi monoksida, disakarida, dan polisakarida.
  2. Vitamin, dapat dikelompokkan menjadi; vitamin yang larut dalam air, meliputi vitamin B dan C, dan vitamin yang larut dalam lemak/minyak, meliputi vitamin A, D, E dan K

Seseorang yang kekurangan vitamin dapat mengalami avitamonisis, sedang yang berkelebihan akan vitamin dapat mengalami hipervitaminosis.

(1) Vitamin B1 berfungsi:

(a) metabolisme karbohidrat

(b) mempengaruhi keseimbangan air di dalam tubuh;

(c) mempengaruhi penyerapan zat lemak dalam usus;

(2) Vitamin B2 berfungsi:

(a) dalam pemindahan rangsang sinar ke saraf mata;

(b) enzim dalam proses oksidasi di dalam sel-sel.

(3) Asamnikotin (niasin) berfungsi:

(a) sangat berguna dalam proses pertumbuhan dan perbanyakan sel

(b) sangat penting pada perombakan karbohidrat;

(c) mencegah penyakit pelagro.

(4) Vitamin B6 berfungsi:

(a) sangat berguna dalam pembuatan sel-sel darah;

(b) demikian pula dalam proses pertumbuhan dan pekerjaan urat saraf

(5) Asam pantotenat berfungsi :

Sebagai bahan pelengkap konzim A, senyawa yang demikian berperan dalam proses oksidasi.

(6) Para amino asam bensoat, berfungsi mencegah timbulnya uban pada rambut seseorang atau manusia.

(7) Kolin berfungsi :

(a) mencegah penimbunan lemak disekeliling hati

(b) mencegah gangguan pada kulit ginjal

(8) Vitamin H atau Biotin berfungsi mencegah timbulnya pellagra serta gangguan pada kulit

(9) Vitamin B11 berfungsi :

(a) sebagai zat bagi pertumbuhan sel darah merah

(b) mencegah antipernisosam, anemia yang kuat

(10) Vitamin B12 berfungsi

(a) sebagai koenzim penting dalm metabolisme asam amino

(b) berperan dalam merangsang pembentukan eritrosit

(11) Vitamin C (asam askorbinat) berfungsi :

(a) sebagai activator fermen perombak protein dan lemak

(b) sebagai zat yang penting dalam oksidasi dan dehidrasi dalam se1;

(c) mempengaruhi kerja anak ginjal

(d) sebagai zat yang renting dalam pembentukan trombosit

(12) Vitamin A. berfungsi :

(a) penting bagi pertumbuhan sel-sel epitel

(b) penting dalam proses oksidasi dalam tubuh

(c) sebagai pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf mata

(13) Vitamin 0 (Antirakhitis) berfungsi ;

(a) mengatur kadar kapur dan fosfor dalam darah

(b) memperbesar penyerapan kapur dan fosfor dari usus

(c) mempengaruhi proses osifikasi

(d) mempengaruhi kerja kelenjar endokrin

(14) Vitamin E (Tokoferol), berfungsi :

(a) mencegah pendarahan bagi wanita hamil, mencegah keguguran;

(b) penting dan diperlukan pada saat sel sedang membelah

(15) Vitamin K (Antihemorgia), berfungsi sebagai zat yang penting dalam pembentukan protronibin, dengan demikian penting dalam proses pembekuan darah.

f.  Garam mineral, diperlukan oleh tubuh antara lain :

(1) Zat Kapur atau Ca, berfungsi:

(a) bersama fusilor membentuk inatriks tulang, yang dalam pembentukan dipengaruhi pula oleh vitamin D2;

(b) membantu proses penggumpalan darah

(c) mempengaruhi penerimaan rangsang pada urat dan saraf

(2) Zat fosfor atau P, berfungsi :

(a) mempengaruhi semua proses perombakan dan pembentukan zat;

(b) membentuk fostatid mau bagian yang penting darn plasma;

(c) dalam pembelahan inti gel dan memindahkan sifat-sifat keturunan;

(d) membentuk matriks tulang bersama-sama dengan zat kapur; dan

(e) membantu proses pengerutan otot.

(3) Zat besi atau Fe, berfungsi :

(a) sebagai komponen dalam fermen sitokrom yang penting dalam pernafasan

(b) sebagai komponen dalam hemoglobin yang penting dalam mengikat oksigen dalam set darah merah

(4) Zat fluor atau F, berfungsi untuk menguatkan gigi.

Defisiensi Vitamin A

1. Penurunan fungsi pertahanan epitel (penurunan pertahanan sekresi (mukosa)

2. Penurunan fungsi sistem imun

3. Penurunan fungsi penglihatan

4. Meningkatkan derajat infeksi

5. Meningkatkan risiko kematian

Defisiensi KH dan Protein PCM (Protein Calori Malnutrition)

1. Kasus kelaparan (intake makanan kurang)

2. Pertumbuhan terhambat

3. Atropi otot

4. Kehilangan lemak sub cutan

5. Muka orang tua

6. Busung lapar (honger oedeme)

7. Rambut kusam

8. Terdapat kelainan darah

9 Adanya gangguan pencernaan

10. Terjadinya perubahan mental

Beberapa Istilah Dan Pengertian

Ilmu Gizi

Ilmu yang mempelajari makanan yang diperlukan (berhubungan) dengan kesehatan. Kata Gizi berasal dart bahasa Arab, gidza yang artinya makanan

Zat gizi

bahan (zat kimia) yang terdapat dalam makanan yang diperlukan untuk kesehatan

Makanan

Bahan (tidak termasuk obat) yang mengandung zat gizi atau zat kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh

  1. Diet : Susunan bahan makanan dalam sehari yang disusun untuk keperluan tertentu
  2. Status Gizi :

Keadaan tubuh sebagai dampak dari konsumsi makanan, dapat diukur dari fisik (anatomis), klinis dan biokimia.

Ruang Lingkup Ilmu Gizi

1. Ilmu gizi dasar

2. Ilmu gizi masyarakat, meliputi

a. epidemiologi gizi

b. surveillance gizi, perencanaan dan

c. evaluasi program gizi

3. Ilmu gizi klinik

4. Ilmu gizi khusus, meliputi

a) Gizi Bumil dan menyusui

b) Gizi pads Tumbuh kembang anak

c) Gizi Olahraga

d) Gizi Lansia

Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Gunanya adalah :

  1. Mengetahui latar belakang penemuan
  2. Mengetahui dasar untuk teori dan praktek
  3. Menggali dan mengembangkan ilmu

Perkembangan Gizi

Merupakan ilmu (cabang ilmu) yang berkembang lambat.

–          Diawali dengan dihukumnya Mary Swartz Rose sebagai Professor ilmu gizi (pertama) di Columbia University tahun 1926

–          Tahun 1600-1800

  1. J. Lancaster (mencegah scorbut dengan air jeruk)
  2. Borfolotti (menemukan gula susu/lactose)
  3. Willis (menemukan rasa manis pada urine/DM)
  4. Lavoiser (oksigen dan pengukuran metabolisme energi)
  5. Spallanzani (getah lambung untuk pencernaan makanan)
  6. J. Lind (Melakukan penelitian gizi tentang pengaruh jeruk sitrus terhadap scorbut)

–          Tahun 1800-1900

  1. Humprey Davy (menemukan mineral Na, K, Ca, Mg dan S)
  2. Mulder (menemukan kata protein sangat penting)
  3. Chatin (menemukan yodium sebagai obat gondok)
  4. Edward Smith (menyusun standart kebutuhan makanan)
  5. Lijkman (menerbitkan hasil-hasil penelitian di Jkt tentang sebab-sebab penyakit beri-beri)
  6. Florence Nigh Tingale (pelopor pemberian / pelayanan diit di RS/ibu keperawatan)

–          Tahun 1900-sekarang

  1. Liksman (menerima hadiah nobel prize sebagai pelopor penemu vitamin)
  2. Cicely Williams (menemukan penderita kwashiorkor di Afrika)
  3. Jansen (meneliti nilai gizi bahan makanan rakyat di Jawa)
  4. Purwo Sudarmo (menerbitkan slogan 4 Sehat 5 Sempurna)
  5. Tahun 1966 (muncullah Akzi di Yogya, Malang, Padang, Manado, dsb)

Tahun 1957-1972 (program UPG